Tongkat Kayu Andalan
Pagi itu, Nusa, siswi SMP tercerdas
dikelasnya, datang lebih awal dibandingkan teman sekelasnya. Kelas
masih sepi. Dia masih asyik membaca buku kesukaannya, buku Fisika.
Tiba-tiba saja, ia melihat bayangan
hitam lewat di depan kelasnya. Dia penasaran, lalu ia pun keluar.
Sampai di daun pintun, sepotong kayu besar terayun menuju arahnya dan
terjatuh di punggungnya. Ia terjatuh tanpa daya lalu pingsan.
***
Bel berbunyi, KBM dimulai. Pak karso,
guru Fisika, segera masuk kelas dan mengabsen. Satu persatu siswa di
panggil untuk presensi siswa, semuanya hadir kecuali Nusa. Namun
tasnya masih tergeletak dibangkunya serta buku fisika yang ia baca
masih terbuka lebar mejanya.
Pak karso coba tanyai yang lain,
ternyata Dani, teman sekelasnya melihatnya tadi masuk kelas. Tapi
bukan itu yang dimaksud pak Karso. Pak Karso mencoba memberitahu
Kepsek bahwa ada siswinya yang hilang dikelas. Semua guru menyebar
keseluruh kelas mengecek kehadiran siswa. Ternyata ada siswa kelas 9
juga yang tidak hadir.
Di lain waktu, Adian, kelas 7 juga
melihat orang berbaju gelap berjalan dengan cepat. Dia mengikutinya
sembunyi- sembunyi namun kehilangan jejaknya.Kepsek dan guru-guru
lain coba menyusuri jalan Adian tadi. KBM sementara dihentikan,
seluruh siswa/i mencari keberadaan Nusa.
Tapi tiga orang siswa kelas 8 masih
berada di dalam kelas. Seorang guru berhenti didepan kelas mereka dan
mendengar percakapan mereka. “ Ini tidak akan berlangsung lama,
kita akan selesaikan urusan ini.” Kata salah satu dari mereka.
Tanpa basa-basi, guru itu pergi ke
ruang Kepsek. Guru itu berbicara panjang lebar kepada Kepsek, lalu
Kepsek mengambil keputusan, menuju kelas itu kembali. Langkah kaki
cepat sang guru dan Kepsek berdengung di lantai koridor kelas. Tiba-
tiba langkah mereka terhenti. Sampai didepan kelas itu, kelas
bertuliskan 8b. Kelas jelas kosong. Kepsek dan guru itu terkejut.
Adi, Oran, Yanes, kelas 8b . tengah
berjalan menuju kantin bersama. Gebruk, 2 kayu tebal menghantam
punggung Adi dan Yanes. Mereka pingsan ditempat. Namun Oran lolos
setelah melihat bayangan hitam didekat kakinya dan ia lari tanpa
melihat ke belakang.
Oran berhenti di belakang gedung yang
sepi. Napasnya terdengar jelas di depan dada. Ya, ia melihatnya lagi,
bayangan itu. Ia coba sembunyi dan mengikuti.mereka, langkah oran tak
terdengar sama sekali dan ia mengikuti mereka.
Gedung IT sekolah, mereka berhenti di
sana. Oran penasaran , ia bersebunyi takut ditangkap mereka. Nusa
tersenyum dibalik pintu dan menyuruh mereka masuk . Oran tertegun
melihat hal itu.
Oran mendekati gedung IT tersebut lalu
mencoba mencuri dengar. Nusa mengapresiasi kerja mereka . Bahwa
kejadian ini semua adalah skenario Nusa untuk bisa mengambil berkas
rahasia di komputer salah satu guru. Setelah mendengar panjang lebar,
Oran mulai paham skenario mereka.
Tanpa memberitahu siapa-siapa, ia
mencoba untuk menggagalkan rencana mereka. Rencana dia pikirkan
dengan matang.
Malam harinya, salah satu guru masih
lembur, ketika hendak mengunci pintu ruang guru, kembali potongan
kayu mengayun ke pungguk guru itu, lalu pingsan. 2 anak buah Nusa
menggotong guru ke gudang It lagi. Oran mengetahui kerja mereka. 1
anak buah mendampingi Nusa mendampingi masuk ke ruang guru.
Sesuai rencana Oran, Ia mengunci pintu
ruang guru yang masih dengan kunci yang tergantung di pintu, lalu
mengambilnya. Lalu Oran mematikan pusat aliran listrik ruang guru .
Komputer tidak bisa dinyalakan,
Ia cepat berlari menuju gudang IT
tanpa suara di koridor kelas. Naas, batang kayu kembali berayun dan
kini tepat di bagian lehernya.Ia terjatuh tak berdaya.
***
Oran sadar, namun ia terkejut jika
dirinya tengah berada di ruang gelap--Gudang IT. Ia juga melihat pak
Danil guru yang berada di ruang guru tadi. Oran melepaskan ikatan
yang melilit tubuhnya dengan kuat. Tali putus, ia segera
menyelamatkan pak Danil. Lalu mengajak pak Danil untuk membawa kayu
yang ada di sampingnya, mereka keluar dari gedung IT.
Sampai di ruang guru, mereka melihat 2
orang dengan baju hitam. Anak buah Nusa tengah memaksa untuk membuka
ruang guru. Gebruk!! kini berbalik, mereka terjatuh pingsan.
***
Keesokkan harinya mereka dibawa ke
ruang kedisiplinan dengan pak Syam, keamanan sekolah dengan Kepsek.
Mereka mulai di interogasi.
“ Mengapa kalian melakukan semua
ini?” ucap pak Syam memulai. “Kami sebenarnya adalah anak buah,
pak. Termasuk Nusa” kata salah satu dari mereka. ”Terus mengapa
harus komputer guru yang diincar?” tanya pak Syam
“ Kami sekali lagi hanya anak buah,
pak. Kami hanya mengikuti skenario yang ada. Kami disuruh kak Norman,
kelas 9 untuk mencuri kunci jawaban UTS ganjil, yang ternyata dia
tahu bahwa kunci jawaban itu ada di komputer pak Danil.” Kata Nusa.
Memang benar bahwa pak Danil yang
membuat kunci jawaban karena dia adalah bagian kurikulum. Sekolah
Nusa bukan sekolah negri yang harus mengambil dari dinas, namun
bagian kurikulumlah yang membuatnya.
Setelah kesaksian yang jelas, mereka
berlima di keluarkan dari sekolah. namun setelah itu barang berharga
milik sekolah hilang . Siapa gerangan yang mengambilnya?
Komentar
Posting Komentar