Life Hack Kosan di Masa Pandemi

 

Ilustrasi: Hasna

Pandemi membikin perkuliahan semester ini, harus kembali mengulang sistem semester lalu. Walau ada beberapa hal baru yang sekiranya diterapkan, intinya tetap sama—kuliah masih melalui daring. Namun saat melihat kondisi sekarang, apalagi pemberlakuan New Normal, sepertinya sudah (sedikit) ramai lingkungan di kampus daripada waktu-waktu sebelumnya. Kampus tetap menerapkan protokol kesehatan dan memang itu harus dilakukan.

Beberapa mahasiswa sudah kembali ke tempat rantauannya. Dari mulai sepetak kamar kos (yang ukurannya bisa dikira sendiri lah ya); sebangun kontrakan (yah setidaknya beban biaya bisa ditanggung bareng-bareng); nyambi ngaji di pondok (kumpulan mahasiswa pembelajar sejati); sampai sekelas apartemen sekalipun  (yah walau enggak banyak juga sih).

Kuliah Daring, Ngapain di Kos?

Lalu muncul pertanyaannya, “Ngapain ke kos kalau kuliah aja daring?” Beberapa mesti bakal jawab: ada yang ke kos gara-gara organisasi atau sudah jadwal masuk pondok lagi, ada mahasiswa tingkat akhir yang mulai mengerjakan skripsi, ada juga yang bosan dengan suasana rumah yang ah sangat tak enak dan menyebalkan. Ada juga yang sekadar beralasan dekat sama kampus biar bisa wifi-an atau paling enggak cuma ikut-ikutan karena teman-teman sekontrakan sudah pada datang.

Memang tidak menutup kemungkinan akan banyak alasan kolosal mahasiswa biar bisa ke kos. Terkadang ada juga yang beranggapan ngekos itu melatih kemandirian. Bahkan sampai ada yang rela-relain nyari kerja sambilan juga biar bisa menanggung kebutuhan pribadi di luar rumah sendiri. Mantap sih kalau ini.

Waktu demi waktu berlalu, mahasiswa mulai merasa bosan dengan suasana lingkungan kos yang gitu-gitu aja. Sudah dibelain sibuk rapat sana-sini, nongkrong siang-malam, sampai kadang tidur gonta-ganti di kos teman. Ditambah kuliah yang cuma mantengin gawai sama laptop tok, penuh materi tanpa bisa ketemu langsung sama dosen dan teman-teman.

Mungkin masih ada mahasiswa yang bingung mau ngapain aja di kos biar enggak suntuk, bosan ngelakuin kegiatan yang itu-itu saja. Beberapa penjelasan agak ringan ini mungkin bisa menjadi life hack teman-teman biar selalu produktif walaupun di kosan yang saking boseninnya bawaannya mager terus. Ya enggak? Langsung cekidot.

Biar Ngekos Enggak Bosenin Pas Kuliah Daring

Bersih-bersih kosan. Kayaknya hampir semua kosan perlu banget buat dibersihin deh. Sejak dirumahkannya seluruh mahasiswa mengingat pandemi Covid-19 Maret lalu, banyak kos sudah enggak kelihatan lagi seperti apa bentuk aslinya. Toh lumayan kan nyapu ngepel berapa menit bisa ngilangin mager mahasiswa yang memang bener-bener risih kosan yang lantainya kotor.

Sering-sering cuci baju sama piring. Kosan aja dibersihin masa iya baju menggantung di kamar berminggu-minggu enggak dicuci? Dah panen kutu kali itu mah. Terlebih juga buat yang suka numpuk-numpuk piring. Mentang-mentang anak sultan piring banyak terus enggak dicuci gitu? Bukan begitu konsepnya, Kang. Mau buka tempat budidaya jamur? Ayolah, buat kesehatan kita bersama, mending jangan sampe segitunya amit-amit. Ampun dah.

Coba deh dekor kos-kosanmu biar makin keren. Nah ini nih bagi kalian yang suka ngatur tata letak, desain interior, dan sejenisnya, bisa banget dicoba. Banyak kok video-video viral di Tiktok, Twitter, sampai rame di Facebook yang isinya referensi buat dekorasi kosan. Enggak perlu muluk-muluk, minim budget pun bisa. Yah walau cuma pindahin kasur sama lemari biar kamar kosan kelihatan lebih luas, sensasi baru, dan paling tidak, berasa pindah kos.

Coba nyicil kembangin hobi. Pas banget buat mahasiswa yang multitalen tapi suka gabut. Ya karena mereka akan lebih bisa menyibukkan diri dibanding mereka yang masih mikir bahkan hobinya ngapain. Sedikit frontal memang, hanya saja beruntunglah bagi mahasiswa yang sudah memiliki hobi—bahkan bisa saja sampai dibayar dengan hobinya itu, karena masih banyak di luar sana yang bahkan kebingungan saat ditanya hobi sendiri. Semoga Antum bukan bagian dari itu.

Nyambi-nyari kerja. Sepertinya si otak terampil, tangan cekatan, dan jiwa menggebu seorang wirausaha menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa. Terlebih juga biar bisa tetap survival di kerasnya kehidupan kos dan sekitarnya.  Terkhusus untuk yang merasa enggak enakan kalo minta uang jajan ke orang tua, mau tak mau mereka harus nyambi kerja.  Enggak usah yang bertele-tele mencari sekelas wirausahawan sukses, dapat kerja jagain angkringan pun enggak masalah. Toh, gelar yang “dibanggakan” masih on the way, belum di genggaman. Tak perlu banyak mengkhayal, bersyukur saja walau tak sepadan dengan waitress restoran. Kan yang penting halal.

Buka lapak di kos. Masih bahas tentang bisnis, sepertinya jadi reseller pun lumayan sepertinya. Walau kadang sering ditanyain ibu kos kok sering banget kedatangan paket. Bermodal ruang kamar sendiri sebagai gudang yang merangkap ruang administrasi, buka lapak bisnis online cukup menjanjikan. Bukan cuma jualan aja, bisa juga buka instansi jasa kecil-kecilan. Maksimalkan sumber daya yang ada kayak hobi tadi pun juga bisa.

Sekali-kali keluar, refreshing!. Kalau memang mentok banget, pikiran ruwet, tugas njelimet, solusi terakhir ya refreshing. Barangkali pergi ke daerah hijau dekat kampus bisa ngilangin penat yang melanda. Saran saja kalau refreshing jangan di tempat rame, memang si fun-fun saja, cuma pulang-pulang yang ada malah makin gawat. Nanti stresnya kumat, kan makin berat.

Tetap Utamakan Kesehatan

Terlepas dari semua life hack yang “biasa-biasa” tadi, kembali pada tatanan kampus dan sekitar area kos masing-masing. Mahasiswa harus peka akan informasi Covid-19 di lingkungannya. Dengan informasi yang masuk, setidaknya menjadi reminder agar tak langsung gegabah akan segala situasi.   

Menjadi catatan juga agar jangan keseringan kumpul-kumpul. Tetap patuhi aturan yang ada. Akhir kata, tampaknya bagaimana pun kondisi di daerah Anda, tetap perhatikan protokol kesehatan. Pasalnya, akan amat disayangkan jika anda melakukan semua tips biar di kos enggak membosankan, tapi anda sendiri tidak sedang di sana—alias harus karantina karena diduga positif terjangkit virus Corona, naudzubillah. Sekian dari saya yang hanya ingin memberi sedikit pengingat bahwa tetap bersabar, semoga pandemi bisa segera kelar. Semoga bermanfaat, bye-bye~

Komentar

Postingan Populer