Ramuan Bangun Tidur

Picture: Andy Astbury at Pinterest
Picture: Andy Astbury at Punterest


Paginya tak berbeda dari yang biasanya. Mungkin jam segini masih banyak yang tertidur di kasur masing- masing. Iya kalau bukan karena neneknya yang membangunkan, dia pasti masih sama seperti orang-orang.  Fia suka heran, mengapa neneknya selalu bangun sepagi ini bahkan untuk sekadar membangunkannya. 

Perlahan dia sering memerhatikan apa saja yang dilakukan neneknya sebelum tertidur, sekiranya bisa jadi referensinya untuk tips dan trik bangun cepat mungkin. Walau akhirnya dia bertanya langsung pada nenek. Pernah Fia tanya tentang ramuan pada nenek. “Nek, punya ramuan buat bangun tidur engga? Fia serasa susah banget buat bangun tidur.” Tanyanya sambal curhat sedikit.

Nenek cuma jawab ringan. “Kamu nanyain ramuan buat bangun tidur? Gampang nduk. Doain keluarga kerabat temen nduk sebelum tidur, dijamin bisa buat bangun cepet, nduk.” 

“Eh, emang bisa nek?” Tanya Fia sok polos, dari dulu memang dia dibilang lola. Termasuk ketiga temannya itu.

“Iyo, nduk. Soale nek kamu doain mereka sebelum tidur biasane nanti bakal didoain balik ke kamu. Makanya doanya yang baik-baik, nduk. Termasuk bangun pagi buat ibadah. Dijamin mustajab, nduk.” Ucap nenek Fia dengan bahasa jawanya berkelakar. Neneknya memang begitu, alih-alih menceritakan mitos zaman dulu, tapi malah berceramah.

Tapi Fia sangat mencintainya. Maka langsunglah tips dari neneknya ini ia terapkan malam berikutnya. Sebelum tertidur selain tradisi yang dia lakukan biasanya, maka ia meneruskan dengan mendoakan keluarganya—terutama ayah dan ibunya yang meninggal, kerabat, teman, dan tentu saja neneknya. 

Tak lama setelahnya dia mencoba terbaring untuk mulai tidurnya. Maka saat itulah ia merasakan perbedaan dari yang ia rasakan sebelumnya. Gawainya berbunyi.

Komentar

Postingan Populer