Selalu Saja Begadang
![]() |
Picture: Freepik |
Seperti biasa malam ini matanya masih terbuka lebar. Tentu saja dengan gawai yang masih berada di tangannya. Mulutnya misuh-misuh tak jelas memarahi permainan di gawainya yang menjengkelkan tapi ia menyukainya itu. Mungkin karena itulah dia selalu saja begadang. Padahal sudah diingatkan Nazda, dia masih saja asyik bermain laga challenge atau kampanye. Bahkan tak jarang pula Zaybi yang minta bantuannya untuk keperluan kuliahnya, masih juga menyempatkan waktu untuk setidaknya mendapatkan poin GP dan agen spesial. Sepertinya jika tak memainkannya sehari pun itu terasa hambar sekali. Pernah Fia juga menelponnya untuk menyunting naskah tulisannya, bahkan tak cukup sehari pun, Alin selalu menunda sebentar untuk sekedar menaikkan rating klubnya. Fix Alin sudah kecanduan PES, simpulan ketiga temannya itu.
Alin memang serba bisa.
Bagaimana tidak, kuliahnya saja bahkan menghabiskan waktu sekitar 22 jam seharinya—ini kata beberapa laman web—tapi masih sempat-sempatnya menelpon Nazda, membantu tugas kuliah Zaybi, atau menyunting naskah Fia. Keterbukaannya dalam bersosial walau padahal dia sendiri mungkin kesusahan, itulah yang membuat ketiga temannya itu selalu mengandalkannya.
Malam ini, dia sedikit santai karena memang kuliahnya telah usai sebulan lalu, Zaybi juga tak terlalu banyak tugas—mungkin hanya menyuruhnya untuk bangun untuk UAS esok hari, apalagi naskah Fia yang sudah di acc penerbit, dan Nazda sudah tertidur sejak tadi—walau sempat telpon tadi untuk tidur lebih cepat. Setidaknya dia bisa tenang untuk melanjutkan matchday nya.
“Yah, kalah mulu si. Gimana si ni pemain pada lembek banget? Hadeuh.” Keluhnya seperti biasa menahan emosi, sebelum ia mendapat notifikasi dari Nazda. Ampun. Batin Alin menenangkan diri.
Komentar
Posting Komentar