Sebuah Surat Evaluasi Belajar

Gambar: Pinterest
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Dari saya Alfian Fathan Mubina dengan nomor mahasiswa 5112419019 sebagai memenuhi Evaluasi Belajar Akhir Semester Genap 2020.

Semester Genap 2020 ini cukup menantang karena baru saja sekitar dua pekan saya dan kawan-kawan berangkat kuliah normal, sudah dianjurkan untuk kuliah melalui sistem daring dengan dirumahkannya seluruh mahasiswa. Awalnya saya kira akan sangat menyenangkan karena saya tidak perlu repot-repot untuk berangkat ke kelas untuk sekadar mengisi presensi atau juga mendengar materi. Ternyata faktanya jauh dari ekspetasi itu. Bisa dibilang, semester ini semester yang cukup berta untuk dilalui.

Kuliah melalui laman web E-Learning atau Elena Unnes, saya kira cukup efektif untuk menunjang kegiatan kuliah semasa pandemi ini. Namun, sayangnya banyak yangmeresahkan karena web yang terkadang  eror atau jaringan kuota yang sulit. Sekelebat kemudian, dari pelayanan pusat Unnes membagikan kuota gratis setiap bulannya yang bermula sejak bulan April lalu. Ini cukup membantu bagi saya pribadi karena jujur saja saya cukup kesulitan akan tersebut. Terkadang harus memakai aplikasi Zoom, Google Meet, atau Webex ini cukup menguras kuota saya.

Yah, beginilah kuliah di semester genap yang sedang maraknya pandemic Covid-19. Banyak suka dan duka yang mungkin akan saya ingat sebagai pengalaman yang cukup berkesan bagi saya. Terlebih untuk mata kuliah Dasar Perencanaan dan Perancangan Arsitektur 2 yang sedang saya kerjakan evaluasi belajarnya ini cukup bisa membuat saya mengutarakan kelu kesah saya. Ada beberapa penugasan yang justru itu menjadi bahan untuk saya bagikan di postingan IG saya. Ya seperti sketsa massa bangunan yang memiliki berbagai unsur arsitektur, dari mulai Datum hingga Repetisi. Karena jujur saya suka mengapresiasi diri atau karya saya sehingga selesai saya mengumpulkannya saya langsung bagikan di feed Instagram. Tentu ini menjadi hal menarik bagi saya pribadi.

Forum diskusi sebenarnya pun sudah menarik karena dosen memberi pertanyaan pemantik untuk bisa diisi ssuai opini mahasiswa. Iya seketika menu tersebut akan penuh dengan berbagau ulasan dari para mahasiswa. Saya pri badi menyukainya, namun kendala jaringan dan web yang eror seringkali menahan saya untuk tertinggal sesi diskusi. Saya bahkan ingin sekali untuk melanjutkan diskusi di grup chat Whatsapp misalnya. Namun kata dosen jika ketentuannya di Elena saja, jadi tidak perlu untuk dibahas di grup Whatsapp. Sebenarnya saya cukup menyayangkan akan hal ini, terlebih seperti ini seakan membatasi komunikasi dalam menyampaikan materi seusia untuk urusan penilaian. Padahal menurut saya diskusi di mana pun itu pasti akan menghasilkan suatu pemahaman—terlepas dari urusan tuntutan nilai yang diamanahkan kepada dosen.

Barangkali untuk kedepannya bisa diperluas lagi jangkauan pembelajarannya tidak hanya stagnan di satu portal Elena saja. Karena terlebih semasa kuliah daring ini, dengan menggunakan media yang lebih bervariasi akan lebih menarik mahasiswa untuk tidak jenuh dengan system yang itu-itu saja. Sekian tulisan saya ini untuk bisa dijadikan evaluasi ke depannya sehingga—tentunya akan tercipta—perbaikan bisa ditingkatkan dan dicapai secara optimal pembelajaran yang tidak hanya menguntungkan sepihak—dosen birokrasi—saja, namun terdapat hubungan mutualisme untuk semua pihak.

Teruntuk dosen tercinta izinkan saya untuk setelah ini membagikan tulisan saya ini di media sosial saya agar bisa sebagai pembelajaran untuk yang lainnya. Terima kasih.


Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Komentar

Postingan Populer