SEJUK

Sumber : Majalah Tempo
Mahasiswa sering kali mengeluh mengenai kamar kosnya yang begitu panas. Ingin sekali ada alat penyejuk udara yang efisien. Sayangnya, inovasi itu baru ada bermula dari Eugene Dubovoy dengan Evapolarnya yang mungil dan ramah lingkungan.
Bekerja tanpa menggunakan Freon, evapolar semacam pendingin evaporatif yang bebas organik dan menyejukkan. “Ini teknologi unik yang bisa dinikmati setiap hari.” Ucap Dubovoy yang tertulis dalam Tempo, 26 Oktober-1 November 2015.
Alternatif alat penyejuk untuk mahasiswa yang aktif berkegiatan dan sering merasa “kegerahan” terlebih karena hanya membutuhkan daya listrik sepuluh watt. Tapi tentu tidak dapat berguna untuk anak-anak yang terjebak awan asap di pengungsian Kalimantan. Pasalnya dalam majalah yang sama dengan artikel berbeda, alat ini sudah pasti kalah dengan suasana panas asap pekat hasil kebakaran hutan yang bahkan membuat napas tercekat walau penyejuk alami banyak tersedia.
“Paru-parunya tampak tertutup oleh semacam awan.” Ungkap Heri Wirya, ayah korban pencemaran udara yang indeksnya menunjuk angka 425. Sampai sebegitu berbahayanya ini menunjukkan masih kurangnya penyejuk udara untuk mengatasinya. Uh, naifnya.

Komentar

Postingan Populer