Enigma “Terbersih”-nya Kota Lunpia
Penghargaan
berbalut warna emas dari ASEAN Clean
Tourist City Standard yang diterima
Kota Semarang seakan memang menggambarkan pemugaran yang selama ini dikerjakan
tak main-main. Tidak tangung-tanggung Semarang pun memegang penghargaan ini
untuk dua tahun kedepan—dimulai 2020 sampai 2022 (liputan6.com). Beberapa fakta
indikasi semarang mendapatkannya pun banyak bermunculan. Dari mulai manajemen
lingkungan sampai fasilitas pariwisata itu sendiri. Alih-alih bicara indikator,
bidang pariwisata Semarang memang terlihat ada kemajuan. Pemugaran dilakukan
bertahap menyasar hingga ke seluruh sektor pariwisata kota seakan berbuah hasil.
Dinobatkan “Kota
Pariwisata Terbersih”, ternyata masalah sampah di kota ini pun menjadi sorotan.
TPA Jatibarang contohnya yang setiap mendapat kiriman 1700 ton sampah pada
akhirnya dapat diselesaikan dengan penemuan aspal plastik Universitas Dian
Nuswantoro(UDINUS). Pak walikota Hendrar Prihadi pun tak main-main
mengapresiasi hal ini sampai mengimbau untuk mempatenkan penemuan ini. Toh
akhirnya langsung diaplikasikan di jalan depan kampus UDINUS sendiri dalam tajuk
Hampar Aspal Plastik.
Menariknya
publikasi pemasaran unik layaknya beberapa sketsa memukau karya Haryo Suryo tak
luput menjadi daya tarik dari feed
akun instagram pemerintah kota Semarang (@semarangpemkot). Hadir beberapa
karyanya seperti lawang sewu, jembatan mberok, jalan Letjend Suprapto, hingga
bus Trans Semarang. Hal kecil ini menyiratkan pesan bahwa Semarang sangat
apresiasi di bidang wisata.
Perbincangan
akan kebersihan semakin unik dibahas ketika merujuk pada wisata kuliner
Semarang yang tak kalah menantang—Pasar Malam Semawis dan Kuliner Depok yang
mungkin dinilai tidak masuk dalam indeks standar kota bersih. Letaknya yang
berada di kawasan pecinan Semarang banyak menghadirkan kuliner khas etnis
ini. Lain cerita dengan Jalan Depok dengan
Festival Kulinernya yang rencana akan dirutinkan(Ayosemarang.com, 25 Januari
2020). Terlepas dari hal ini mendorong UMKM kuliner lokal bisa berkembang,
bagaimana bisa kota ini dinobatkan sebagai Terbersih dengan adanya wisata kuliner yang begitu ramainya? Sungguh
menarik.
Komentar
Posting Komentar